Rabu, 07 Desember 2011

ASAL MULA SESUATU DARI NUR MUHAMMAD



Puji dan syukur Lillahi Akbar
Sholawat akmal beserta salam
Dan atas keluarganya Nabi
-
Atas nikmatnya kecil dan besar
-
Di atas Nabi pelita alam
Fathimah, Hasan, Husein dan Ali
- 
 Dan turunannya Hasan dan Husein
-
Hingga kiamat beserta Qur’an
 Sebelum sesuatu terjadi
-
Allah jadikan cahyanya Nabi
 Allah jadikan dari cahya-Nya
-
Nur Nabi Muhammad kekasih-Nya
Dan segenap para Nabi-Nabi
-
Dijadikan dari cahaya Nabi
Demikian pun Arsy dan Kursi
-
Luh, Qolam, Syurga, Bidadari
Dan langit, bumi, bulan dan bintang
-
Dan matahari yang sangat terang
Dan lain-lain makhluk-Nya Robbi
-
Asal mula dari cahaya Nabi
 Jika tak karna wujudnya Nabi
-
Tak ada Syurga dan Bidadari
Tak ada Arsy, Luh dan Qolam
-
Tak ada Kursi tak ada Alam
 Tak ada dunia, langit dan bumi
-
Tak bulan, bintang dan matahari
Tak ada malam tak ada siang
-
Tak ada gelap tak ada terang
 Tak ada manusia dan hewan
-
Tak emas, perak, intan, berlian
 Seluruh itu Allah siapkan
-
Karna Nabi akan didzohirkan
 Didzohirkan Nabi karna rahmat
-
Bagi seluruh alam dan umat
*
Dikutip dari Kitab BUNGA MELATI
Karangan :
Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf

Jumat, 02 Desember 2011

MENYIKAPI RAHASIA DI BALIK ASMA ALLAH



Pada suatu hari ikan-ikan di samudera berkumpul dihadapan pemimpin mereka. Mereka berkata, “ Ya Fulan, kami bermaksud menghadap lautan. Bukankah karena ia kami berada dan tanpa ia kami tiada. Tunjukkan kepada kami arahnya dan ajari kami jalan untuk menuju dan mencapainya. Sudah lama kami mendengarnya, tapi tidak mengenalnya. Kami tidak tahu dimana tempatnya dan dimana arahnya.”
                Pemimpin mereka berkata, “Kawan-kawan, saudara-saudara, ucapan ini tidak layak bagi kalian dan orang-orang seperti kalian. Lautan terlalu luas untuk kalian capai. Ini bukan urusanmu. Ini juga bukan posisimu. Diamlah. Jangan berbicara dengan pembicaraan seperti ini. Cukuplah kalian yakini bahwa kalian berada karena adanya dan tidak akan ada tanpa keberadaannya.”
                Mereka berkata, “Jawaban ini tidak ada gunanya bagi kami. Larangan tidak akan menahan kami. Kami harus menujunya. Anda harus menunjukkan kami untuk mengenalnya dan membimbing kami ke dalam wujudnya.”
                Ketika Sang Pemimpin melihat gelagat ini dan larangannya tidak digubris, ia mulai menjelaskan, “ saudara-saudara, lautan yang kalian cari, yang kalian ingin temui, ada bersamamu dan kalian bersamanya. Ia meliputi kamu dan kalian diliputinya. Yang meliputi tidak terpisah dari yang diliputi. Lautan itu adalah yang disitu kalian berada. Kemanapun kalian ingin menghadap, disitu ada lautan. Disekitarmu tidak ada yang lain selain lautan. Kamu pada lautan dan lautan pada kamu. Ia tidak ghaib darimu. Kalian juda tidak ghaib darinya. Ia lebih dekat dari  pada urat lehermu.”
                Ketika mendengar ucapan itu, mereka semua bangkit untuk membunuh sang pemimpin. Sang Pemimpin lalu berkata kepada mereka, “ Apa salahku sehingga kalian mau membunuhku.”
                Mereka berkata, “ Karena, menurutmu, lautan yang kami cari adalah lautan yang disitu kami berada. Bukankah kami berada di dalam air. Apa hubungannya air dengan lautan ? Kamu hanya ingin menyes     atkan kami dari jalannya. Kamu hanya memperdayakan kami.”
                Sang pemimpin berkata, “ Demi Allah, bukan begitu. Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Sebetulnya lautan dan air itu adalah satu dalam hakikat. Diantara keduanya tidak ada perbedaan. Air adalah nama lautan dari segi hakikat dan wujud. Lautan adalah nama baginya dari segi kesempurnaan, kekhususan, keluasan, dan kebesaran di atas semua fenomena.